
22.01

liqok muda kalitidu
,
0 Comments
Saudaraku…
“Sesungguhnya hari ini adalah satu hari di antara hari-hari Allah, tidak pantas diisi dengan kebanggaan dan keangkuhan. Ikhlaskanlah jihadmu dan tujulah Allah dengan amalmu, karena hari ini menentukan hari-hari yang akan datang.” (Kata-kata Khalid bin Walid di tengah-tengah berkecamuknya perang Yarmuk)
Kata Ikhlas sudah sering kita dengar dalam berbagai kesempatan. Bagi prajurit da’wah seperti kita, semestinya ikhlas tidak boleh lagi menjadi sekedar retorika, melainkan ia harus hadir dan ada dalam diri kita, menyatu dalam pikiran, hati, menjadi jiwa dari setiap nafas dan gerak perjuangan kita. Bersamanya kita memulai hari-hari, dengannya kita membangun ukhuwah dan menapaki jalan da’wah ini.

21.58

liqok muda kalitidu
,
0 Comments
Oleh : Cahyadi Takariawan*
Tidak pernah bosan saya mengajak anda semua untuk selalu berbuat kebaikan, semaksimal kemampuan yang bisa kita lakukan. Ajakan ini sesungguhnya untuk menyemangati diri sendiri, dan mengingatkan diri ini, agar selalu melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan. Sejarah hidup yang teramat pendek jangan disia-siakan dengan aktivitas yang tidak memberi kontribusi bagi kebaikan. Namun, ada catatan tebal yang harus selalu kita ingat: kita bekerja dan berbuat baik, untuk siapakah?

21.33

liqok muda kalitidu
,
0 Comments
Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari
hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir
yang cantik.
“Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah
cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud
berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku
dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah
seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang
pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

21.29

liqok muda kalitidu
,
0 Comments
Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai.
Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya.
Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik.
Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya.

21.15

liqok muda kalitidu
,
0 Comments
Kesatu : Keimanan Aktivis Dakwah a. Ajal adalah mutlak di tangan Allah.
Aktivis dakwah akan mempunyai jiwa kesabaran, keberanian dan semangat yang tinggi dan terbebas dari rasa cemas, takut dan khawatir “..Maka apabila telah datangnya waktunya, mereka tidak bisa meminta ditunda sesaatpun dan tidak pula dimajukan.” (QS Al A’raaf : 34)
b. Rezeki berada di tangan Allah
Seorang aktivis dakwah adalah insan yang senantiasa komit terhadap firman Allah SWT : “Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya, Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS Al Israa : 30). Aktivis dakwah akan memiliki sifat kedewasaan, kasih sayang dan itsaar yang tinggi. Ia akan terbebas dari perbudakan nafsu dunia, egoistis, kerakusan dan bakhil serta bahagia dengan hidup yang qonaah.